Sebelum mencari les pelajaran IB yang tepat, ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan apa itu IB. IB atau International Baccalaureate adalah sebuah yayasan yang ada di Swiss. Yayasan ini merupakan yayasan berskala internasional yang bergerak di bidang pendidikan.

Asal-Usul Lahirnya IB

Sejarah International Baccalaureate dimulai pada tahun 1948, ketika sebuah buku dengan judul educational Techniquesfor Peace. Do They Exist? diadopsi menjadi kerangka awal bagi salah satu program les pelajaran IB yang dikenal dengan IB DP (International Baccalaureate Diploma Programme).

Kemudian sekitar tahun 190-an, beberapa guru yang berasal dari Ecolint, sebuah sekolah internasional di Jenewa, membuat semacam perkumpulan yang dikenal dengan International Schools Examinations Syndicate. Perkumpulan inilah yang di kemudian hari menjadi gagasan pendirian IB yang pada mulanya bernama IBO (International Baccalaureate Organization).

Nama tersebut, akhirnya berubah pada tahun 2007 menjadi IB saja, yakni kata Organization di dalamnya dihilangkan, sehingga menjadi International Baccalaureate. Sejarah kemudian mengenal bahwa pendiri dari IB ini adalah John Goormaghtigh.

Penggunaan Program Kurikulum IB di Sekolah-Sekolah

Kurikulum IB, mulai digunakan di sekolah-sekolah, tepatnya adalah pada tahun 1968. Adapun program pertama yang dikenalkan di sekolah-sekolah tersebut adalah IB DP.

Baru pada tahun 1994, program baru kedua IB diperkenalkan ke sekolah-sekolah dan diadopsi oleh 51 sekolah pada lima tahun pertama. Program ini kemudian dikenal dengan IB MYP (International Baccalaureate Middle Years Programme). Tidak selamanya berjalan mulus, program ini tercatat pernah mengalami perombakan dan revisi yang akhirnya muncul lagi pada tahun 2014.

Setelah mendapatkan keberhasilan yang gemilang, di sela-sela memperkenalkan program keduanya, IB kembali meluncurkan program ketiganya yang diberi nama IB PYP (International Baccalaureate Primary Years Programme). Tepatnya, program ini mulai digunakan secara resmi pada tahun 1997.

Setelah mengenal secuil sejarah IB di atas, kemungkinan bagi para peserta didik untuk mengikuti les pelajaran IB akan menjadi lebih bermakna, karena ada sebuah pepatah yang mengatakan, “tak kenal, maka tak sayang”.